Show simple item record

dc.contributor.authorSholiha, Dwi Hidayanti
dc.contributor.authorWH, Joanggi
dc.date.accessioned2018-12-19T06:45:03Z
dc.date.available2018-12-19T06:45:03Z
dc.date.issued2018-07-23
dc.identifier.citationBrunner and Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol.2. Jakarta : EGC Data Stroke Center RSUD Abdul Wahab Sjahrani 2016 Iskandar, Junaidi. (2012). Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta: Andi Lumbantobing S. M., 2001. Stroke. Dalam Lumbantobing S. M. Neurogeriatri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI pp 93-134 Latham (2006), Occupational Therapy Activities and Intervention Techniques for Clients with Stroke in Six Rehabilitation Hospitals stroke, American Journal of Occupational Therapist Mathiowetz.V..& Haugen. J. B. (1994). Motor hehavior research: Implications for therapeutic approaches to central nervous system dvsfuncrion. Amen'cClnjournalo (OccuPCltiol1' al Therapy 48. 73.3-74') Misbach, Jusuf. (2010). Stroke : Aspek diagnosis, Patofisiologi, Manajemen. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. Muttaqin. 2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan, Salemba Medika. Jakarta. North American Nursing Diagnosis Association (2015-2017). Nursingdiagnoses: definitions and classification. Edisi: 10, EGC Nursing Interventions Classification, edisi Bahasa Indonesia. Edisi keenam Nursing Outcome Classification, edisi Bahasa Indonesia. Edisi keenam Potter, P.A. & Perry, A.G. (2006).Fundamental of Nursing.USA : Mosby Inc. . (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Diah Nur, Onny Tampubulon & Farah Diba (Penerjemah) Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pudiastuti, Ratna Dewi. (2013). Penyakit-Penyakit Mematikan. Nuha Medika. Yogyakarta Rahayu, S, dkk. (2014). Hubungan frekuensi stroke dengan fungsi kognitif di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Universitas Riau. Jom PSIK. No.2 Rowland, T (2008). Role of Occupational Therapy After Stroke. Retrieved November 25, 2013. http:www.annalsofian.org Siregar, Cholina. (2004). Kebutuhan dasar manusia eliminasi BAB. FK. Universitas Sumatera Selatan. USU Digitech. 2004. Smeltzer C. Suzanne, Bare G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. . (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol. 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Suratun, Heryati, Manurung, S, Raenah, E. (2008). Seri Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Utami, I.M., (2009). Gambaran Faktor-faktor Risiko yang Terdapat pada Penderita Stroke. Tidak dipublikasikan. Wijaya, Andra, S.P, Yessie, M. (2013). Keperawatan Medikal Bedah 2 Keperawatan Dewasa. Medical Book : Yogyakarta. Price, S & Wilson, L, 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. EGC, Jakarta.Brunner and Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol.2. Jakarta : EGC Data Stroke Center RSUD Abdul Wahab Sjahrani 2016 Iskandar, Junaidi. (2012). Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta: Andi Lumbantobing S. M., 2001. Stroke. Dalam Lumbantobing S. M. Neurogeriatri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI pp 93-134 Latham (2006), Occupational Therapy Activities and Intervention Techniques for Clients with Stroke in Six Rehabilitation Hospitals stroke, American Journal of Occupational Therapist Mathiowetz.V..& Haugen. J. B. (1994). Motor hehavior research: Implications for therapeutic approaches to central nervous system dvsfuncrion. Amen'cClnjournalo (OccuPCltiol1' al Therapy 48. 73.3-74') Misbach, Jusuf. (2010). Stroke : Aspek diagnosis, Patofisiologi, Manajemen. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. Muttaqin. 2008. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan, Salemba Medika. Jakarta. North American Nursing Diagnosis Association (2015-2017). Nursingdiagnoses: definitions and classification. Edisi: 10, EGC Nursing Interventions Classification, edisi Bahasa Indonesia. Edisi keenam Nursing Outcome Classification, edisi Bahasa Indonesia. Edisi keenam Potter, P.A. & Perry, A.G. (2006).Fundamental of Nursing.USA : Mosby Inc. . (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Diah Nur, Onny Tampubulon & Farah Diba (Penerjemah) Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pudiastuti, Ratna Dewi. (2013). Penyakit-Penyakit Mematikan. Nuha Medika. Yogyakarta Rahayu, S, dkk. (2014). Hubungan frekuensi stroke dengan fungsi kognitif di RSUD Arifin Achmad. Jurnal Universitas Riau. Jom PSIK. No.2 Rowland, T (2008). Role of Occupational Therapy After Stroke. Retrieved November 25, 2013. http:www.annalsofian.org Siregar, Cholina. (2004). Kebutuhan dasar manusia eliminasi BAB. FK. Universitas Sumatera Selatan. USU Digitech. 2004. Smeltzer C. Suzanne, Bare G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. . (2010). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol. 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Suratun, Heryati, Manurung, S, Raenah, E. (2008). Seri Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Utami, I.M., (2009). Gambaran Faktor-faktor Risiko yang Terdapat pada Penderita Stroke. Tidak dipublikasikan. Wijaya, Andra, S.P, Yessie, M. (2013). Keperawatan Medikal Bedah 2 Keperawatan Dewasa. Medical Book : Yogyakarta. Price, S & Wilson, L, 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. EGC, Jakarta.id_ID
dc.identifier.urihttps://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/776
dc.description.abstractStroke non Hemoragik berupa iskemia atau emboli dan thrombosis serebral, biasanya terjadi saat setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau di pagi hari. Tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder.Task Oriented Approach adalah salah satu jenis dari terapi okupasi yang digunakan dalam proses pengembalian fungsi motorik pada tubuh pasien penderita stroke.Keterampilan motorik penderita stroke diajarkan dengan memilih tugas-tugas fungsional yang kontekstual dan cocok untuk pasien tersebut sehingga dapat mengembalikan fungsi motoric secara optimal.Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menganalisis intervensi Task Oriented Approach (TOA)pada pasien dengan Stroke non Hemoragikdalam mengatasi masalah keperawatan deficit perawatan diri : berpakaian. Intervensi ini dilakukan pada Tn. B (560 th) selama 4 hari yang dirawat di ruang Stroke CenterAFIRSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil analisa menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dengan penerapan Task Oriented Approach menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas berpakaian pasien dengan stroke non hemoragik (SNH).id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.subjectStroke Non Hemoragik(SNH)id_ID
dc.subjectTask Oriented Approach (TOA)id_ID
dc.subjectBerpakaianid_ID
dc.titleAnalisa Praktik Klinik Keperawatan pada Klien dengan Stroke Non Hemoragic (SNH) dengan Intervensi Inovasi Pengaruh Task Oriented Approach (TOA) terhadap Tingkat Kemampuan Aktivitas Berpakaian di Ruang Stroke Center RSUD Abdul Wahab Sjahranie SamarindaAnalisa Praktik Klinik Keperawatan pada Klien dengan Stroke Non Hemoragic (SNH) dengan Intervensi Inovasi Pengaruh Task Oriented Approach (TOA) terhadap Tingkat Kemampuan Aktivitas Berpakaian di Ruang Stroke Center RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarindaid_ID
dc.title.alternativeAnalysis of Nursimg Clinical Praactice to Clients with Stroke Non Hemoragic (SNH) Intervention with Innovation Task Oriented Approach (TOA) Influence on the Level of Ability Activities Dressed in the Stroke Center Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarindaid_ID
dc.typeSkripsiid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record