<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>School of Nursing</title>
<link>https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/116</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 03:39:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-22T03:39:37Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan Nyeri Haid ( Dismenore ) dan Perilaku Intelektual Tentang Penanganan Dismenore dengan Aktivitas Belajar pada Mahasiswi Prodi Ilmu Keperawatan UMKT Samarinda</title>
<link>https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1542</link>
<description>Hubungan Nyeri Haid ( Dismenore ) dan Perilaku Intelektual Tentang Penanganan Dismenore dengan Aktivitas Belajar pada Mahasiswi Prodi Ilmu Keperawatan UMKT Samarinda
Hidayat, Faried Rahman; Yusvanita, Maulidya; Nadira, Syarifah Khairun; Pradini, Vinny Indah; Agustina, Wahyuni
Disminore adalah nyeri sewaktu haid yang timbul berupa kram perut bagian bawah yang menjalar kepunggung atau kaki dan biasanya disertai dengan diare, pusing dan kelemahan umum (Dewi, 2012). Jika seorang mahasiswi mengalami disminore, hal ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan jika mahasiswi berada diperkuliahan akan berdampak pada aktivitas belajar mereka yang akan membuat mahasiswi tidak masuk perkuliahan. Aktivitas belajar merupakan prinsip yang sangat penting di dalam interaksi belajar yang bukan hanya melibatkan aktivitas fisik tetapi juga mental (Dimyati, 2002).&#13;
Nyeri harus ditangani dengan benar Jika tidak ditangani akan berpengaruh terhadap aktivitas belajar, mahasiswa yang mengalami disminore biasanya akan melakukan pengananan seperti minum air hangat, tidur, tarik nafas dalam dan istirahat.  Menurut Prawirohardjo (2007) &#13;
Seseorang akan melakukan suatu tindakan apabila telah mengetahui apa yang akan ia kerjakan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu. Tanpa pengetahuan, seseorang tidak mempunyai dasar untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi. Sikap yang ditunjukkan oleh mahasiswi tergantung dari pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan tentang disminore dapat berpengaruh terhadap sikap dalam mengatasi dismenore primer. Sedangkan perilaku seseorang juga dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap terhadap penanganan disminore&#13;
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, variabel dependen penelitian ini nyeri haid (disminore), tingkat pengetahuan tentang penanganan disminore, sikap tentang penanganan disminore, perilaku tentang penanganan disminore serta sebagai variabel indepnden adalah aktivitas belajar, penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswi UMKT sebanyak 220 orang, didapatkan sampel dengan rumus slovin sebanyak 188 mahasiswa dengan tehnik pengambilan Stratified Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Chi Square
</description>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1542</guid>
<dc:date>2019-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Workshop Sosialisasi Komunikasi S.B.A.R pada perawat di RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda</title>
<link>https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1540</link>
<description>Workshop Sosialisasi Komunikasi S.B.A.R pada perawat di RSUD Abdul Wahab Syahranie Samarinda
Sureskiati, Enok; Zulaikha, Fatma; Wijayanti, Tri; Khairul, Khairul; Aristiawan, Bayu
Komunikasi yang tidak efektif akan menimbulkan risiko kesalahan dalam pemberian asuhan keperawatan. Sebagai contoh kesalahan dalam pemberian obat ke pasien, kesalahan melakukan prosedur tindakan perawatan. Mencegah terjadinya risiko kesalahan pemberian asuhan keperawatan maka perawat harus melaksanakan sasaran keselamatan pasien : komunikasi efektif di Instalasi Rawat Inap. Komunikasi efektif dapat dilakukan antar teman sejawat (dokter dengan dokter/ perawat dengan perawat) dan antar profesi (perawat dengan dokter). Kualitas suatu rumah sakit sebagai institusi yang menghasilkan produk teknologi jasa kesehatan sudah tentu tergantung juga pada kualitas pelayanan medis dan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien, komunikasi efektif dalam praktik keperawatan profesional merupakan unsur utama bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam mencapai hasil yang optimal. Kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi efektif adalah saat serah terima tugas (handover) dan komunikasi lewat telepon, Pengabdian Masyarakat ini adalah suatu bentuk Workshop Komunikasi SBAR pada perawat Di ruang Melati RSUD Abdul Wahab Syahranie yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Febuari 2019 yang diikuti oleh 31 perawat.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1540</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
