Abstract:
Latar Belakang : Pada tahap lanjut usia akan semakin tinggi resiko terjadinya masalah kesehatan. Masalah yang umum terjadi seperti penurunan fungsi fisik, penurunan berat badan secara drastis, kehilangan pasangan hidup, sehingga berdampak stress kronis sehingga dapat menyebabkan depresi. Depresi merupakan gangguan emosional yang sifatnya berupa perasaan tertekan, tidak merasa bahagia, sedih, merasa tidak berharga dan tidak mempunyai semangat. Pengobatan non farmakologi dapat digunakan untuk depresi yaitu dengan menggunakan terapi komplementer seperti, terapi musik dan terapi dzikir. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan keefektifan terapi musik dan terapi dzikir terhadap depresi pada lansia di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre and post test Non-Equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 responden yang terdiri 14 orang kelompok terapi musik dan 14 orang kelompok terapi dzikir. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuisioner Geriatri Depression Scale. Pengolahan dan analisa data menggunakan analisa univariate dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariate dengan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil : Dari hasil uji bivariate menggunakan Paired t-test menunjukan ada perbedaan sebelum dan setelah di berikan intervensi, pada kelompok terapi musik diperoleh hasil 0.000 (p-veleu<0.05), pada kelompok terapi dzikir diperoleh hasil 0.00 (p-valleu<0.05). Dan hasil uji Independent t-test menunjukan hasil tidak ada perbedaan yang signifkan antara terapi musik dan terapi dzikir terhadap depresi pada lansia di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda, dengan hasil 0.146 (p-valeu>0.05). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan efektivitas terapi musik dan terapi dzikir terhadap depresi lansia di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Akan tetapi jika dilihat dari selisih rata-rata sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi musik lebih efektif dibandingkan terapi dzikir.