Abstract:
Kutai Kartanegara merupakan salah satu penghasil batubara terbesar di Kalimantan Timur dengan jumlah produksi batubara 65,11 juta ton pertahun. L4 merupakan daerah yang berpotensi jika tidak dilakukan penimbunan dan reklamasi dengan baik lubang-lubang bekas tambang luar ini akan menjadi danau-danau yang dapat merusak lingkungan dan menjadi salah satu lahan kritis yang dapat dialih fungsikan sebagai sumber ekonomi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Kadmium (Cd) pada daging ikan nila (Oreochromis niloticus) yang dipelihara di keramba bekas tambang batubara Desa Kartanuana L4 Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini untuk mengetahui kandungan Kadmium pada daging Ikan Nila yang dipelihara dikeramba danau bekas tambang batubara. Pengambilan sampel menggunakan metode parposive sampling. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan ikan dengan usia ikan minimal 3 bulan yang layak konsumsi. Kadar ion kadmium pada daging Ikan Nila yang dipelihara di Danau bekas tambang Batubara pada sampel 1 didapatkan hasil sebesar 0,009 mg/kg, pada sampel 2 didapatkan hasil sebesar 0,009 mg/kg, pada sampel 3 didapatkan hasil sebesar 0,007 mg/kg, pada sampel 4 didapatkan hasil sebesar 0,004 mg/kg, dan pada sampel 5 didapatkan hasil sebesar 0,006 mg/kg, serta pada sampel 6 didapatkan hasil sebesar 0,004 mg/kg.
Kadar ion kadmium pada daging Ikan Nila yang dipelihara di Danau bekas tambang Batubara dari hasil penelitian pada daging Ikan Nila berada di bawah dari ambang batas yang telah ditetapkan oleh SNI yaitu 0.1 mg/kg.