DSpace Repository

Hubungan antara Manajemen Pembatasan Asupan Cairan dengan Berat Badan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2016

Show simple item record

dc.contributor.author Dasri
dc.contributor.author Satria, Andri Praja
dc.contributor.author Muflihatin, Siti Khoiroh
dc.date.accessioned 2020-11-16T00:23:53Z
dc.date.available 2020-11-16T00:23:53Z
dc.date.issued 2016-08-05
dc.identifier.uri https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1787
dc.description.abstract Latar Belakang : Klien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisi yang mengalami kegagalan dalam diet, pengaturan cairan dan pengobatan akan memberikan dampak yang besar dalam morbiditas dan kelangsungan hidup klien. Dilaporkan lebih dari 50 % pasien yang menjalani terapi hemodialisis tidak patuh dalam pembatasan asupan cairan. Pembatasan cairan seringkali sulit dilakukan oleh pasien, terutama jika mereka mengkomsumsi obat-obatan yang membuat membran mukosa kering seperti diuretik, sehingga menyebabkan rasa haus dan pasien berusaha untuk minum. Hal ini karena dalam kondisi normal manusia tidak dapat bertahan lebih lama tanpa asupan cairan dibandingkan dengan makanan. Tujuan : Mengetahui hubungan antara manajemen pembatasan asupan cairan dengan berat badan pasien gagal ginjal kronik diruang hemodialisi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2016. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Subyek penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani proses hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD A.W. Sjahranie Samarinda yang masuk kriteria inklusi dengan jumlah pasien adalah 66 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner dan analisa bivariate dengan uji statistik Spearmen rank. Hasil Simpulan: Manajemen pembatasan asupan cairan pasien yang menjalani terapi hemodialisa di ruang hemodialisis RSUD A.W. Sjahranie Samarinda rata-rata mendapatkan manajemen asupan cairan yang baik sebesar (63,6%). Selisih berat badan pasien yang menjalani terapi hemodialisa di ruang hemodialisis RSUD A.W. Sjahranie Samarinda rata-rata mendapatkan hasil ukur selisih berat badan menggunakan Alat timbang berat badan yang tidak normal sebesar (98,5%). Dengan menggunakan uji statistik spearmen rank menunjukkan Pvalue adalah 0.454 dengan nilai r=0.094 dengan simpulan tidak ada hubungan bermakna, arah korelasinya positif (+) dengan kekuatan korelasi sangat lemah. id_ID
dc.language.iso id id_ID
dc.publisher Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Samarinda id_ID
dc.subject Menejemen Pembatasan Asupan Cairan id_ID
dc.subject Berat Badan id_ID
dc.subject Hemodialisa id_ID
dc.title Hubungan antara Manajemen Pembatasan Asupan Cairan dengan Berat Badan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2016 id_ID
dc.title.alternative The Relationship between Intake Fluid Management with Weight of Chronic Renal Failure Patients in Hemodialisa Room Hospital Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Year 2016 id_ID
dc.type Skripsi id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account