DSpace Repository

Hubungan antara Iklim Organisasi dan Beban Kerja dengan Tingkat Stres Perawat Kamar Bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda

Show simple item record

dc.contributor.author Susanto, Susanto
dc.contributor.author Herlina, Nunung
dc.date.accessioned 2020-11-16T00:35:04Z
dc.date.available 2020-11-16T00:35:04Z
dc.date.issued 2018
dc.identifier.citation DAFTAR PUSTAKA Kemenkes (2010) “Rencana Strategis Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010-2014” Hipkabi (2012). Manajemen Pelatihan Perawat Kamar Bedah Atmaja, B.S dan Widodo (2010). Penerapan Analisis Portofolio Saham dalam rangka Optimalisasi dan minimalisir risiko pada perusahaan edisi vol. 3 No.2 161-174 Azizpour (2013) Form – mat drying of strimp : characterization and drying kinetic of foam Arora et all (2010) Correction to result in arora et all Kingdon et all (2007) recently reviewed the subject of combining CBTI and medication to treat patients with schizophrenia McCulloc (2005) Managing Fatigue its about sleep Berland et all (2007) Toll like receptor 7 dependant loss of B cell tolerance in pathogenic autoantibody knockin mice Tri Suryaningrum (2015) Pengaruh Beban Kerja dan dukungan sosial terhadap stress kerja pada perawat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Wirawan (2007) Budaya dan Iklim organisasi teori aplikasi & penelitian – Salemba Empat Jakarta Stringer (2012) The Status of homo heidelbergensis (Schoetensacle 1908) Lila (2007) from beans to berries and beyond Hudak & Gallo (2010) Keperawatan kritis edisi 6, jakarta. EGC William (2008) pengamatan analisis kebijakan publik, Gajah Mada University Press, Yogyakarta Indriyani (2009) pengaruh konflik peran ganda & stress kerja terhadap kinerja terhadap kinerja perawat wanita rumah sakit, tesis program magister manajemen universitas. Lannasari. (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres kerja perawat dalam pelaksaan asuhan keperawatan pasien. 5 (1) 4-5. Amrih, Pitoyo, (2008). Ilmu Kearifan Jawa, Pinus Book Publisher, Yogyakarta. Marquis dan Huston (2010). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Teori dan Aplikasi. Alih bahasa: Widyawati dan Handayani. Jakarta. Edisi 4. EGC. Gillies, D. A. (2006). Manajemen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem Edisi Kedua. Terjemahan Illiois W. B. Saunders Company Kawonal, Y. (2006). Standar Praktik Keperawatan Profesional di Indonesia. Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Hurlock, Elizabeth B. (2011). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga. Hancock, P.A & Meshkati, N. (2008). “Human Mental Workload”. Elsevier Science Publisher B.V : Netherlands. Nursalam.(2011). Proses dan dokumentasi keperawatan, konsep dan praktek.Jakarta : Salemba Medika. Hastono. (2011) Analisa Data Kesehatan. Jakarta : FKM. UI. Akdon & Ridwan (2008). Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk Administrasi & Manajemen. Bandung: Dewa Ruchi. Hastono Sutanto Priyo dan Sabri Luknis. 2010. Statistik Kesehatan. Rajawali Pers, Jakarta. Kusbiantoro D. 2008. Gambaran Tingkat Beban Kerja Dan Stres Kerja Perawat Di Ruang Intensive Care (ICU) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Jurnal stikes vol. 1, no. 1 hal. 26-40 id_ID
dc.identifier.uri https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/1834
dc.description.abstract Latar Belakang : Perawat kamar bedah adalah salah satu perawat yang membawa perspektif yang unik dalam interdisiplin tim. Perawat kamar bedah bertanggung jawab secara klinis dan berfungsi sebagai scrub nurse (instrumenator) atau perawat sirkulasi. Perawat kamar bedah memiliki kemahiran dan tanggung jawab dalam melakukan asuhan keperawatan, baik asuhan keperawatan pre operatif, intra operatif, maupun post operatif. tugas dan tanggung jawab perawat kamar bedah bukan hal yang ringan untuk dipikul.. Hal ini menyebabkan ketegangan dan kejenuhan dalam menghadapi pasien, teman sejawat, tekanan dari pimpinan, selain itu juga perawat harus dituntut tampil sebagai perawat yang baik oleh pasien, beban kerja yang tinggi dan iklim kerja yang tidak mendukung. Berdasarkan hasil riset menyatakan bahwa 50,9% perawat Indonesia mengalami stres kerja sering pusing, lelah, tidak ada istirahat karena beban kerja yang terlalu tinggi dan menyita waktu, gaji rendah dan insentif yang tidak memadai. asil studi pendahuluan didapatkan data di Rumah Sakit Umum A. Wahab Sjahranie Samarinda terdapat Kamar Bedah terdiri dari 26 kamar operasi dengan jumlah perawat sebanyak 77 orang. Rata-rata jumlah operasi setiap hari sebanyak 55 operasi. Tahun 2015 jumlah operasi sebanyak 921 pasien (Data Kamar Bedah RSUD AW. Sjahrani Samarinda, 2015). Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap perawat kamar bedah mengenai stres kerja dari 10 orang di Rumah Sakit Umum Daerah A. Wahab Sjahranie Samarinda maka didapat hasil 7 orang perawat mengalami stres dengan gejala memiliki motivasi / semangat rendah, kelelahan fisik, kurang konsentrasi, kejenuhan dan sulit tidur.. Hasil wawancara juga menemukan bahwa adanya iklim kerja yang tidak mendukung dengan teman sejawat dimana kurangnya kerjasama antara perawat dan juga terjadi konflik antara perawat. Berdasarkan fenomena yang terjadi dan uraian tersebut peneliti tertarik meneliti “Hubungan antara iklim organisasi dan beban kerja dengan tingkat stres perawat kamar bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dan beban kerja dengan tingkat stres perawat kamar bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan desain Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara Total Sampling dengan sampel 92 orang. Pengolahan dan analisa data menggunakan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square dengan taraf signifikan α 0,05 dan CI 95 %. Hasil : Analisis hubungan antara iklim organisasi dengan stress kerja dilakukan dengan menggunakan rumus Chi Square dengan taraf signifikan α 5% dengan nilai p = 0,000 < α 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara Iklim Organisasi dengan Stres Kerja di Kamar Bedah RSUD. A Wahab Sjahranie Samarinda.Analisis hubungan antara beban kerja dengan stress kerja dilakukan dengan menggunakan rumus Chi Square dengan taraf signifikan α 5% dengan nilai p = 0,000 < α 0,05 dan nilai X2hitung 56.152 > X2tabel = 7.815, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara Beban Kerja dengan Stres Kerja di Kamar Bedah RSUD. A Wahab Sjahranie Samarinda. Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan antara iklim organisasi dengan tingkat stres perawat kamar bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda ditunjukkan dengan nilai p value 0.000. Ada hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres perawat kamar bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda ditunjukkan dengan nilai p value 0,000. id_ID
dc.language.iso id id_ID
dc.publisher Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur id_ID
dc.subject iklim organisasi id_ID
dc.subject beban kerja id_ID
dc.subject kamar bedah id_ID
dc.subject tingkat stress id_ID
dc.title Hubungan antara Iklim Organisasi dan Beban Kerja dengan Tingkat Stres Perawat Kamar Bedah RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda id_ID
dc.title.alternative Correlation between Organizational Climate and Workload of Nurse Stress Level in Surgery Room of RSUD AW Syahrani Samarinda id_ID
dc.type Other id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account