Abstract:
Air digunakan sebagai keperluan sehari-hari yang harus memenuhi standar baku air untuk keperluan air minum, rumah tangga, dan lain - lain. Seperti halnya pada air Sungai Mahakam Kelurahan Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan yang lokasi wilayahnya berada dihulu Sungai Mahakam. Secara fisik airnya keruh, berwarna dan mengandung zat organik/anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis optimasibiji kelor dalam menurunkan kekeruhan(Turbidity)di Air Sungai Mahakam.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen)ataurancangan rangkaian waktu (Time Series Design) yaitu melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pembubuhan biji kelor dengan perlakuan pengambilanGrab Sample selama 1 hari. Percobaan ini menggunakan metode Jartest untuk menjernihkan air baku Sungai Mahakam dengan cara menambahkan serbuk biji kelor (Moringan Oleifera) kedalam 1 liter air dengan variasi dosis 0,1 g/L, 0,2 g/L, 0,3 g/L, dan 0,4 g/L.
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada air Sungai Mahakam tingkat kekeruhan (Turbidity) sebesar 21 NTUsehingga bisa dikatakan tidak memenuhi syarat kekeruhan air bersih sesuai Permenkes RI No.416/Menkes/Per/IX/1990 yaitu standar yang diperbolehkan 25 NTU. Setelah pembubuhan biji kelor dengan variasi dosis yang berbeda didapat hasil 0,1 g/L : 51,9 NTU, 0,2 g/L : 70,5 NTU, 0,3 g/L : 103 NTU, dan 0,4 g/L : 113 NTU.
Dosis optimum biji kelor pada penelitian kali ini, dari dosis 0,1 mampu menurunkan tingkat kekeruhan 75,74 %.Air sungai yang akan digunakan untuk kebutuhan air bersih untuk keperluan MCK (Mandi Cuci Kakus) dan sebagainya, sebaiknya melakukan uji jartest terlebih dahulu untuk mengetahui dosis optimum serbuk kelor untuk menurunkan kekeruhan, sebelum di sosialisasikan ke masyarakat.