Abstract:
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi di beberapa daerah di Indonesia,terutama di pulau Kalimantan dan Sumatera. Limbah dari kelapa sawit terdiri atas tiga macam yaitu limbah cair, padat dan gas.Secara ekonomis, kelapa sawit sangat menguntungkan namun limbahnya sangat merugikan dan menjadi masalah bagi lingkungan.pH limbah kelapa sawit yang tidak optimal dapat mengganggu biota air. Maka untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pengoptimalan derajat pH.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah outlet kelapa sawit.Metode yang digunakan yaitu eksperimen. Pengoptimalan limbah kelapa sawit menggunakan bahan kapur tohor dengan berbagai dosis diantarnya 0,9 gr/L, 1 gr/L, 2 gr/L dan 3 gr/L. Pengumpulan data langsung diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dan di laboratorium.
Berdasarkan hasil penelitian ini dengan penambahan kapur tohor dengan dosis 0,9 gr/L adalah 7,11, dosis 1 gr/L adalah 7,27, dosis 2 gr/L adalah 7,50 dan dosis 3 gr/L adalah 7,79. Faktor yang mempengaruhi pengukuran pH yaitu suhu
Dari penelitian ini dosis kapur tohor yang optimum adalah 0,9 gr/L. sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tentang Baku Mutu Mutu Air Limbah Cair Pada Kegiatan Industri Minyak Kelapa Sawit Tahun 2011. Saran yang dapat diberikan sebaiknya meneliti kadar TSS dengan menggunakan kapur tohor