DSpace Repository

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Tuberkulosis dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja PUSKESMAS Lempake Samarinda

Show simple item record

dc.contributor.author Saputri, Adinda Novita
dc.contributor.author Muflihatin, Siti Khoiroh
dc.date.accessioned 2018-09-14T13:52:20Z
dc.date.available 2018-09-14T13:52:20Z
dc.date.issued 2018-08-07
dc.identifier.citation Amin, Zulkifli, dkk. (2007). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. EdisiIV.Jakarta: FKUI Angriyani, D. (2008). Kualitas Hidup pada Orang denganPenyakit Lupus Erythematotus (Odapus).Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Ardiansyah, M. (201)2.Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta: Diva Press Arifah. (2015). Gambaran kualitas hidup pada pasien tuberculosis paru di puskesmas pada suka kecamatan cibeunying kidul kota bandung.Universitas pendidikan indonesia Arikunto, S. (2010).Prosedur penelitian :Suatu Pendekatan Praktik. (EdisiRevisi). Jakarta :RinekaCipta Azwar, Saifuddin. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Budiman & Riyanto A. (2013). Kapita Selekta Kuisioner Pengetahuan Dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta :SalembaMedika pp 66-69 Budiman, dan Riyanto Agus.(2013). Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: SalembaMedika Departemen Kesehatan Republik Indonesia,( 2009). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.( 2007 ). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Cetakanke 8. Jakarta: Depkes RI. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.( 2008 ). Pedoman penaggulangan nasional TBC.Jakarta: Depkes RI. Departemen KesehatanRepublik Indonesia.(2011). Program Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Depkes RI. (2009). BukuSaku Program Penanggulangan TB.Departemen Kesehatan Republik Indonesia; Ditjen P2PL. Ghozali, Imam. (2007). Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.CetakanEmpat. Badan Penerbit Universitas diponegoro. Semarang Gonzalez-Barcala, F.-J., de la Fuente-Cid, R., Tafalla, M., Nuevo, J., &CaamanoIsorna, F. (2012). Factors associated with health related quality of life in adults with asthma. A cross-sectional study.Multidisciplinary Respiratory Medicine, 7(1),32. Https://doi.org/10.1186/2049-6958-7-32 Kemenkes RI. (2013). Profil Kesehatan Indonesia 2013. Jakarta: Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan. (2012).Pedoman Penanggulangan Infeksi Saluran Pernafasan Akut. : Jakarta Kurniawan.(2008). Gambaran Kualitas Hidup penderita diabetes Mellitus.Universitas Padjadjaran. Bandung Mubarak, W. I. (2011).Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba medika Naga, S.S. (2012). Buku Panduan Lengkap Ilmu Penyakit Dalam. Jogjakarta: DIVA Press. Notoatmodjo, (2010).Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2010).Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: RinekaCipta Notoatmodjo, S. (2012).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta :Rineka Cipta Nursalam. (2008) .Konsep dan penerapan metodologi penelitian keperawatan. Edisi 2.Jakarta :Salemba Medika Nursalam.(2011). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta :Salemba Medika PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia), (2010).Buku Saku PPTI. Jakarta, Website: www.ppti.info. PPTI. (2012). PerkumpulanPemberantasanTuberkulosis Indonesia, volume 8 : Jakarta Prasetyo.(2007). MPKT MODUL 1. Jakarta: LembagaPenerbitan FEUI. Riwidikdo, H., (2009) .Statistik Kesehatan. Cetakan3.Jogjakarta :MitraCendikia Press Riyanto, Agus, (2011). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Nuha.Medika Yogyakarta Sarafino, E. P., (2011). Health psychology : Biopsychosocial interactions United States of America : John Willey & Sons Inc Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung :Alfabeta Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suryo J (2010). Herbal penyembuh gangguan sistem pernafasan. Edisi pertama. Yogyakarta: B First (PT BentangPustaka). Ulfah. (2012) .Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2.Jurnal Keperawatan. Bandung Universitas Padjajaran. Wahyu, G. (2008). TBC pada Anak. Jakarta :Dian Rakyat. Werdhani RA (2009). Patofisiologi, diagnosis, dan klasifikasi tuberculosis departemen ilmu kedokteran komunitas, okupasi, dan keluarga. Jakarta: UI Press. WHO (2014). Global tuberculosis report. http:// www. who.int/tb/ publications/ global_report/en/, ─ Diakases desember2017 . WHO (2014).World health statictics 2014 a wealth of information on global public health. Http://apps.who.int/iris/, ─ Diakases desember2017 . WHO (2015). Global tuberkulosis report http: // www. who. int/ tb/ publications/ global_report/en/, ─ Diakases desember 2017. Wijaya, A.S. (2013). Keperawatan medical bedah 2. Keperawatan dewasa teori dan contoh askep. Yogyakarta : Nuha medika Zulfikar dan Budiantara, I Nyoman.(2014). Manajemen Riset dengan Pendekatan Komputasi Statistika. Yogyakarta: Deepublish. id_ID
dc.identifier.uri https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/554
dc.description.abstract Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menular secara langsung yang berasal dari kuman Mycobacterium tuberculosis (TBC). Tuberkulosis menimbulkan berbagai perubahan yang terjadi pada penderita salah satunya fisik, mempengaruhi kualitas hidup penderita. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup penderita Tuberkulosis paru dengan Pemberian informasi/pengetahuan mengenai proses penyembuhan Tuberkulosis. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tuberkulosis dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis diwilayah kerja Puskesmas Lempake Samarinda. Metode : Rancangan penelitian ini menggunakan Descriptive Colerative dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara Accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 responden. Tingkat pengetahuan diukur dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabiltaskan dan kualitas hidup menggunakan kuesioner WHO Qol- BREF. Analisa statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil : Dari 41 orang responden responden didapatkan dari total 16 responden dengan kategori tingkat pengetahuan baik yaitu 13 orang (81.2%) mengalami kualitas hidup dengan kategori baik, 3 orang (18.8%) mengalami kualitas hidup dengan kategori sedang, dari total 25 orang responden dengan kategori tingkat pengetahuan kurang yaitu 14 orang (56.0%) mengalami kualitas hidup sedang dan 11 orang (44.0%) mengalami kualitas hidup dengan kategori kurang. Berdasarkan hasil didapatkan nilai pvalue (0.000) lebih kecil dari nilai signifikan (0.05) sehingga Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tuberkulosis dengan kualitas hidup pasien Tuberkulosis diwilayah kerja Puskesmas Lempake Samarinda id_ID
dc.language.iso id id_ID
dc.publisher Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur id_ID
dc.subject Tuberkulosis id_ID
dc.subject Tingkat Pengetahuan id_ID
dc.subject Kualitas Hidup id_ID
dc.title Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Tuberkulosis dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis di Wilayah Kerja PUSKESMAS Lempake Samarinda id_ID
dc.title.alternative Correlation between Knowledge Level about Tuberculosis with Tuberculosis Patient’s Life Quality in Working Area of Community Health Clinic Lempake Samarinda id_ID
dc.type Skripsi id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account