DSpace Repository

Hubungan Antara Kebudayan dengan Penggunaan Obat Tradisional pada Pasien Diabetes Mellitus di Desa Kertabuana Wilayah Kerja PUSKESMAS Separi III Tenggarong Seberang

Show simple item record

dc.contributor.author Medyana, Vanessa
dc.contributor.author Asriyadi, Fitroh
dc.date.accessioned 2018-10-08T07:23:10Z
dc.date.available 2018-10-08T07:23:10Z
dc.date.issued 2018-07-27
dc.identifier.uri https://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/600
dc.description.abstract Latar Belakang : Penyakit Diabetes Mellitus (DM) dikenal sebagai penakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah melebihi 150 mg/dl, dimana batas normal gula darah adalah 70-150 mg/dl, sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pancreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tujuan : Untuk mengatahui apakah ada Hubungan antara kebudayaan dengan penggunaan obat tradisional pada pasien diabetes mellitus di Desa Kertabuana Wilayah Kerja Puskesmas Separi III Tenggarong Seberang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian menggunakan Deskriptive Korelasional untuk menganalisi hubungan antar 2 variabel . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh obyek yang memenuhi batasan karakteristik, populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Separi III sejumlah 50 Orang. Data di peroleh dengan kuisioner analisa data dilakukan secara bivariat dengan uji chi square dengan dengan derajat kepercayaan 95% atau P value 0,05% . Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian di dapatkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 32 orang (64.0%). Berdasarkan usia 41-60 tahun sebanyak 34 orang (68,0%) .Berpendidikan dasar (SD,SMP) sebanyak 31 orang (62,0%). berpendapatan rendah <Rp.1.500.000/bln sebanyak 24 orang (48,0%), berdasarkan suku Lombok sebanyak 24 orang (48.0%).Berdasarkan kebudayaan yang berperan sebanyak 34 orang (68.0%)dan yang tidak berperan sebanyak 16 orang (32.0%), berdasarkan penggunaan obat tradisional yang menggunakan sebanyak 26 orang (52.0%) dan yang tidak menggukanan sebanyak 24 orang(48.0%). kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebudayaan dengan penggunaan obat tradisioal pada penderita Diabetes Mellitus di Desa Kertabuana Wilayah Kerja Puskesmas Separi II tenggarong Seberang. id_ID
dc.language.iso id id_ID
dc.publisher Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur id_ID
dc.subject Kebudayaan id_ID
dc.subject Pengobatan Tradisional id_ID
dc.title Hubungan Antara Kebudayan dengan Penggunaan Obat Tradisional pada Pasien Diabetes Mellitus di Desa Kertabuana Wilayah Kerja PUSKESMAS Separi III Tenggarong Seberang id_ID
dc.title.alternative Relationship between Culture with the Use of Traditional Medicines on Diabetes Mellitus Patients in Kertabuana Village of Separi III Public Health Center Working Area at Tenggarong Seberang id_ID
dc.type Other id_ID


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account