Abstract:
Latar Belakang : Pada pasien dengan penyakit ginjal kronis, produksi eritropoeitin menurun sehingga mengakibatkan terjadinya anemia, fatigue, angina, dan nafas pendek. Salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien hemodialisis yaitu anemia dan fatigue. Oleh karena itu, komplikasi ini perlu diantisipasi, dikendalikan, serta diatasi agar kualitas hidup pasien tetap optimal dan kondisi yang lebih buruk tidak terjadi. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengantisipasi adalah dengan memberikan Aromaterapi Lavender. Tujuan : Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk menganalisis intervensi inovasi Aromaterapi lavender terhadap level fatigue pasien yang menjalani hemodialisis. Metode : Dalam penelitian ini menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Sebelum diberi aromaterapi pasien diberi kuisioner FSS terlebih dahulu. Lalu, setelah diberi aromaterapi pasien diberi kuisioner lagi. Hasil : Selama tiga kali pertemuan dilakukan tindakan intervensi didapatkan hasil terjadi perubahan pada level fatigue pasien. Yaitu hari pertama Selasa, tanggal 3 juli 2018, skor Fatigue Severity Scale (FSS) 41. (sebelumnya 45)Jumat, tanggal 6 juli 2018, skor Fatigue Severity Scale (FSS) 36. Selasa, tanggal 10 juli 2018, skor Fatigue Severity Scale (FSS) 32. Kesimpulan : Analisis terapi menunjukkan adanya penurunan level fatigue (kelelahan).