Abstract:
Latar belakang : Pada pasien gagal ginjal kronik apabila tidak melakukan pembatasan asupan cairan maka cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan akan menimbulkan edema di sekitar tubuh seperti tangan, kaki dan muka. Penumpukan cairan dapat terjadi di rongga perut disebut ascites. Kondisi ini akan membuat tekanan darah meningkat dan memperberat kerja jantung (YGDI, 2008). Selain itu, penumpukan cairan juga akan masuk ke paru – paru sehingga membuat pasien mengalami sesak nafas. Secara tidak langsung berat badan pasien juga akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup tajam, mencapai lebih dari berat badan normal (0,5 kg /24 jam) yang dianjurkan bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Oleh karena itulah pasien gagal ginjal kronik harus mengontrol dan membatasi jumlah asupan cairan yang masuk dalam tubuh (YGDI, 2008).Tujuan penelitian : Menganalisis penerapan cognitive behavioral therapy untuk pembatasan cairan pada pasien kasus kelolaan dengan diagnosa medis Chronic Kidney Disease.Hasil dan kesimpulan penelitian : Hasil menunjukkancognitive behavioral therapy efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalammelakukan pembatasan cairan. Pasien menunjukkan penurunan berat badan sekitar 2 Kg dalam 2 minggu asuhan keperawatan, dan menunjukkan minat dan motivasi untuk melakukan pembatasancairan.