Analisis Praktik Keperawatan pada Ibu A Pasien Post Craniotomydengan Intervensi Inovasi Terapi Akupresur Pada Titik Lr2 dan Lr3 Terhadap Perubahan Hemodinamik di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2018
Abstract
Kraniotomi ialah operasi pengangkatan sebagian tengkorak (Hamilton, 2007). Kraniotomi adalah prosedur untuk mehapus luka di otak melalui lubang di tengkorak (Chesnut, 2006). Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan tumor, mengurangi TIK, mengevakuasi bekuan darah dan mengontrol hemoragi.Setiap tahun di Indonesia insiden trauma kapitis berkisar antara 200-300 per 100.000 penduduk yang dilakukan kraniotomy. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada tahun 2015, jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 98,9 ribu kasus. Angka ini meningkat 3,19 % dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 95,5 ribu kasus. Proporsi penyebab trauma kapitis yang dilakukan kraniotomy terbanyak 45% karena kecelakaan lalu lintas, 35% karena terjatuh, 10% karena kecelakaan dalam pekerjaan, 5% pada saat olahraga, dan 5% karena diserang/dipukul.Implementasi yang dilakukan pada masalah keperawatan Risiko penurunan curah jantung yang terjadi pada IbuA adalah melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dan melakukan terapi akupresur pada titik Lr2 dan Lr3 pada klien serta memberi reinforcemen positif.Intervensi inovasi adalah melakukan akupresur pada titik Lr2 dan Lr3 yang dilakukan pada saat klien dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda. Hasilnya menunjukkan adanya pengaruh akupresur pada titik Lr2 dan Lr3 terhadap perubahan hemodinamika pada pasien.