Show simple item record

dc.contributor.authorRahayu, Rahayu
dc.date.accessioned2022-12-07T07:23:24Z
dc.date.available2022-12-07T07:23:24Z
dc.date.issued2022-06-18
dc.identifier.citationADA,(2020). Classification and Diagnosis: Standars of Medical Care in Diabetes-2020. In Diabetes Care (Vol. 43, pp. S14-S31). Bickley Lynn S & Szilagyi Peter G. (2018). Buku Saku Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan. Boule et al. (2018). Effects of exercise on glycemic and body mass in type 2 Diabetes Melitus: A meta-analysis of controlled clinical trialse. Jama,286,(10): 1218-1227. Damayanti, S. (2016). Diabetes Melitus dan Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta:Nuha Medika. Data Puskesmas Harapan Baru. (2021). Laporan Bulanan Data Kesakitan (LB1). Puskesmas Harapan Baru Dinarti & Mulyanti, Y. (2017). Dokumentasi Keperawatan (Cetakan Pertama). Jakarta: Puspedik SDM Kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. (2017). Jumlah Kasus Diabetes Melitus Berbasis Puskesmas. Kalimantan Timur: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Doengoes, M. E, Et. Editor Monica. (2010). Nursing Care Plans Guidelines For Planning And Documenting Patient Care, Edisi 8. Fakultas Kedokteran. (2018). Basic Physical Examination: Teknik Inspeksi, Palpasi, Perkusi dan Auskultasi, (0271). Hardika (2018). Penurunan Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Melalui Senam Kaki Diabetes. Medisains,16,(2):60-66. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas Ninth Edition 2019. IDF:2019. Kanokphichayakrai, K., Kaewmahanin, W., Tangvarasittichai, O., & Tangvarasittichai, S (2018). Ankle Brachial Indeks (ABI) Measurement Associated with High Sensitivity-C-Reactive Protein, Insulin Resistance and Pulse Pressure Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Madridge Journal of Diabetes, 2(1), 31-35. Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pusat Data dan Informasi: Hari Diabetes Sedunia Tahun 2019. http://pusdatin.kemenkes.go.id. Di akses pada tanggal 13 Desember 2021. LeMone & Priscilla. (2016). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Asuhan Keperawatan Stroke (Cetakan Pertama). Yogyakarta: Deepublish. Masriadi. (2016). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Trans Info Media. Notoatmodjo,S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta. Nurarif, A,H., & Kusuma,H,N. (2016). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC (jilid 1). Yogyakarta: Medication. Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. (Edisi 3). Jakarta: Salemba Medika. Paduch, Andrea. (2017). Hambatan Psikososial untuk Penggunaan Layanan Kesehatan di Antara Individu dengan Diabetes Mellitus : Tinjauan Sistematis. Perkeni, (2021). Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia: PB.PERKENI. Perkumpulan Endokrin Indonesia. (2016), Konsesus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia, Jakarta: PB PERKENI. Perkumpulan Endokrin Indonesia. (2019), Konsesus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia, Jakarta: PB PERKENI. PPNI, Tim Pokja SDKI DPP. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI PPNI, Tim Pokja SIKI DPP. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI PPNI, Tim Pokja SLKI DPP. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI. Raharjo, M. (2018). “Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Ny. N dengan Diabetes Melitus di Ruang Kirana Rumah Sakit”. Riskesdas. (2018). Angka Kejadian Diabetes Melitus Di Kalimantan Timur. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin. Di akses pada hari Jumat tanggal 10 Desember 2021. Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar. http://www.kemenkes.go.id/. Di akses pada hari Jumat tanggal 10 Desember 2021. Soegondo. (2019). Penatalaksanaan Diabetes Terpadu sebagai Panduan Penatalaksanaan Diabetes Melitus Bagi Dokter maupun Educator Diabetes. Jakarta:FKUI. Ullah, A., & Khan, A. (2016). Diabetes Mellitus dan Stres Oksidatif – Sebuah ringkas tinjauan. Wibisana, E & Sofiani, Y. (2017). Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula darah Pasien Diabetes Melitus di RSU Serang Provinsi Banten. Jurnal JKFT,2 (1), 107-114. Widiawati,S., Maulani., Kalpataria, W. (2020). Implementasi Senam Kaki Diabetes Pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Raden Mattaher Jambi. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu, 2, (1), 8-10. Widiyono,W., Suwarni, A., Winarti & Dewi, T.K. (2021). Pengaruh Senam Kaki Diabates Melitus Terhadap Tingkat Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabates Melitus Tipe 2. Jurnal Wacana Kesehatan,6(2):85-91. World Health Organization. (2018). Global Report On Diabates. Geneva:WHO Yosdimayati (2017). “Pengaruh Senam Diabetes Mandiri Terhadap Exercise Self Care Agency Dan Kontrol Glikemik Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Peterongan Jombang”. Yunir & Soebardi. (2019). Terapi Non Farmakologis pada Diabetes Melitus. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.id_ID
dc.identifier.urihttps://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/2695
dc.description.abstractLatar Belakang : Diabetes melitus adalah kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Tanda dan gejala diabetes ialah peningkatan buang air kecil, peningkatan rasa haus, penurunan berat badan, kelaparan, masalah kulit, penyembuhan luka yang lambat, infeksi jamur, iritasi genital, kelelahan, penglihatan kabur dan kesemutan atau mati rasa serta peningkatan gula darah. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada klien diabetes melitus untuk menurunkan kadar gula darah ialah dengan cara pengendalian berat badan, diet dan olahraga (senam kaki diabetes). Tujuan : Tujuan penelitian ini memperoleh gambaran atau pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami diabetes melitus di kecamatan Anggana Kukar. Metode : Metode atau desain penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pada 1 klien dengan diagnosa medis diabetes melitus. Data pada klien diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Hasil : Dari studi kasus yang telah dilakukan selama 4 hari pada Tn.H didapatkan bahwa klien mengalami masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia (gangguan toleransi glukosa darah). Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan pemberian senam kaki diabetes didapatkan masalah keperawatan klien teratasi yang dibuktikan dengan kadar glukosa klien menurun. Pada pemeriksaan pertama pada tanggal 14 Maret 2022 pukul 07.30 wita GDS klien 160 mg/dl dan setelah dilakukan senam kaki dilakukan pemeriksaan kedua pada tanggal 17 Maret 2022 pukul 09.50 wita didapatkan hasil GDS klien 125 mg/dl. Hal ini membuktikan bahwa pemberian senam kaki pada klien yang mengalami diabetes melitus dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kesimpulan: Dari kasus Tn.H masalah keperawatan dapat teratasi sesuai dengan harapan. Saran yang dapat diberikan ialah agar keluarga menjadi motivator pendukung untuk kesehatan klien dan dapat menjaga pola hidup sehat secara bersama-sama.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Kalimantan Timurid_ID
dc.subjectDiabetes Melitusid_ID
dc.subjectSenam Kaki Diabetesid_ID
dc.titleStudi Kasus Asuhan Keperawatan pada Bapak H yang Mengalami Diabetes Melitus di Kecamatan Anggana Kukarid_ID
dc.title.alternativeThe Case Study of Nursing Care Tn.H with Diabetes Mellitus in the Working Area of Kecamatan Anggana Kukarid_ID
dc.typeOtherid_ID


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record