Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawan, Doni Aji
dc.contributor.authorWahyuni, Marjan
dc.date.accessioned2018-07-19T02:41:07Z
dc.date.available2018-07-19T02:41:07Z
dc.date.issued2015-08-22
dc.identifier.citationAgus Kardinan, 2003. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Jakarta : Agromedia Pustaka, 2003 Adriyani, R., (2006). Usaha pengendalian pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida pertanian. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(1), 95-106 Budi, Artikel Nyamuk http://www.artikata.com/arti-342525-nyamuk.html (diakses pada tanggal 3 maret 2015) http://id.m.wikipedia.org/wiki/nyamuk Dantje T, Sembel, 2009. Entomologi Kedokteran. CV. Andi Offset, Yogyakarta Febri, Artikel Minyak Atsiri www.artikelkimia.info/pengertian-minyak-atsiri (diakses pada tanggal 3 maret 2015) Gafur, A., Mahrina., & Hardiansyah. (2006). Kerentanan larva aedes aegypti dari banjarmasin utara terhadap temefos. Universitas Lambung Mangkurat. 3(2), 73-82 Judarwanto, W. 2007. Profil Nyamuk Aedes dan Pembasmiannya (http://www.indonesia.com/f/13744-profil-nyamukaedespembasmiannya/) Komisi Pestisida, 1995. Metode Standar Pengujian Efikasi Pestisida, Departemen Pertanian Lailatul, L., Kodarohman, A., & Eko, R., (2010). Efektivitas biolarvasida ekstrak etanol limbah penyulingan minyak akar wangi (vetiveria zizanoides) terhadap larva nyamuk aedes aegypti, culex sp, anopheles sundaicus. Jurnal Sains dan Teknologi Kimia. 1(1), 59-65 Pusdiknakes depkes RI, 1997, Keputusan menteri Kesehatan RI No. HK. 00.06.1.1.00191 tentang : Kurikulum Program Diploma III Kesehatan Lingkungan di Lingkungan Departemen Kesehatan, Jakarta, Hal 26-29 Rasikari, Heidi, 2007. Phytochemistry and Arthropod Bioactivity of Australian Lamiaceae, Thesis. Southern Cross University. Sayono, S. D., & Sumanto, D., (2012). Distribusi resistensi nyamuk aedes aegypti terhadap insektisida sipermetrin di semarang. http://Jurnal.unimus.ac.id Sudjana, Nana, 1992, Tuntunan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah, Bandung, Sinar Baru Bandung, Hal 1-37 Universitas Muhammadiyah Solo, Fakultas Biologi, 1992, Pedoman Penyusunan Skripsi : Usulan Penelitian dan Penulisan Skripsi, Yogyakarta, Hal 23-25 Verheij, E. W. M. & Coronel, R. E. (eds.). (1997). Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. Jakarta: PROSEA–Gramedia. 232-237 Wilkinson, J.B. and R.J. Moore. 1982. Cosmeticology, 7th ed., George-Godwin publ., London. 325 pid_ID
dc.identifier.urihttps://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/536
dc.description.abstractLebih dari 50% fauna di muka bumi adalah serangga. Pada kelompok serangga, nyamuk lebih berbahaya bagi kesehatan dibandingkan dengan jenis serangga lainnya. Berbagai cara telah ditempuh dalam pengendalian nyamuk, antara lain dengan insektisida berbahan aktif diethyltoluamide (DEET), diclorovinil dimethyl phosphat (DDP), malathion, parathion, dan lain-lain. Tetapi penggunaan bahan kimia secara terus menerus, selain berdampak buruk terhadap kesehatan, juga akan membuat nyamuk menjadi resisten. Berbagai jenis tanaman ternyata mampu menjadi anti nyamuk alami, seperti daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia). Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak dari daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) mempunyai efektivitas sebagai anti nyamuk alami. Penelitian ini dilakukan dengan metode Quasi Experiment (Eksperimen Semu) dengan bentuk rancangan kegiatan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (0%), B (80%), C (90%), D (100%). Objek dalam penelitian ini adalah nyamuk. Reppelent dianggap efektif apabila daya proteksinya ≥ 90%. Data yang diperoleh dihitung menggunakan rumus daya proteksi. Hasilnya menunjukkan, bahwa ekstrak daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) memiliki daya proteksi rata-rata ≥ 90% masing-masing dari konsentrasi ekstrak 80%, 90% dan 100%. Meskipun masih ada beberapa kelemahan di dalam penelitian ini, namun diharapakan penelitian ini dapat dikembangkan lagi oleh peneliti selanjutnya. Daya proteksi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) terhadap nyamuk dengan konsentrasi 80%, 90%, dan 100% efektif sebagai anti nyamuk alami sehingga diharapakan dapat diaplikasikan di masyarakat sebagai alternatif dalam pengendalian nyamuk dan perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk meneliti berapa lama daya proteksi esktrak daun jeruk nipis sebagai anti nyamuk alami.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Kalimantan Timurid_ID
dc.subjectCitrus aurantifoliaid_ID
dc.subjectAnti nyamuk alamiid_ID
dc.subjectEfektivitasid_ID
dc.titleEfektivitas Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Sebagai Anti Nyamuk Alami Tahun 2015id_ID
dc.typeSkripsiid_ID


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record