Show simple item record

dc.contributor.authorPrasetio, Rido Eko
dc.contributor.authorIsmahmudi, Ramdhany
dc.date.accessioned2019-02-27T00:45:49Z
dc.date.available2019-02-27T00:45:49Z
dc.date.issued2015-03-16
dc.identifier.citationBarker & Ellen. (2002). Neuroscience Nursing A, Spectrum of Care. Second Edition. St.Louis Missouri: Mosby-Year Book, Inc. Brain Injury Association of America. Types of Brain Injury. (2008). http://www.biausa.org, diperoleh tanggal 25 Februari 2015. Breathesy. (2006). Blood Pressure reduction : Frequently asked question, http://www.control-your-blood-pressure.com/faq.html, diperoleh tanggal 26 Februari 2015. Carpenito Linda Jual. (2000). Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. Jakarta: EGC. Cunning, S.,& Houdek, D.L. (1998). Preventing Secondary Brain Injuries. http://www.springnet.com, diperoleh tanggal 27 Februari 2015. Dochterman, Joanne & Bulecheck, G. (2004). Nursing Interventions Classification, 4th Edition. Philadelphia: Mosby. Evans, R.W. (2005). Post Traumatic Headaches. http://web.ebscohost.com/-ehost/delivery diperoleh tanggal 26 Februari 2015. Ginsberg, L. (2010). Lecture Notes : Neurology 9th edition. West Sussex: Blackwell Publishing Ltd. Hickey, V.J. (2003). The Clinical Practice Of Neurological and Neurosurgical Nursing, 4 th Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Herdman, Heather. (2009). Nursing Diagnoses: Definitions & Classification. Oxford: Wiley Blackwell. Hermawan, Eric. Bentuk-bentuk etika berlalu lintas. http://www.lalulintasjakarta.com, diperoleh pada tanggal 25 Februari 2015. Irwana, O. (2009). Cedera Kepala. http://belibisa17.com/2009/05/25/cedera-kepala/ diperoleh tanggal 25 Februari 2015. Lalehgani, H. (2013). The Effect of deep-slow and regular breathing on pain intensity of burn dressing. Iran Journal Critical Care Nursing, 6(4):223-228. Lumandung (2012). Gambaran Korban Meninggal Dengan Cedera Kepala Pada Kecelakaan Lalu Lintas Di Bagian Forensik Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Tahun 2011-2012. Naskah dipublikasikan. Machfoed, H.M., & Suharjanti, I. (2010). Konsensus Nasional III Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala. Surabaya: Airlangga University Press. Martini, F. (2006). Fundamentals of Anatomy & Physiology. Seventh Edition, Pearson, Benjamin Cummings. St Louis Missouri: Elsevier Saunders. Meliala, L.KRT., & Suryamiharja, A. (2007). Penuntun Penatalaksanaan Nyeri Neuropatik. Edisi Kedua. Yogyakarta: Medikagama Press. Moorhead, Sue. (2008). Nursing Outcome Classification, 4th Edition. St Louis Missouri: Elsevier Saunders. Okasha, Tahsien M. et al. (2013). Cerebral Perfussion Pressure among Acute Traumatic Brain Injury Patients at Supine versus Semi-Fowler Position. Cairo Journal Vol. 12. Potter, A.P., & Perry, A. (2006). Fundamentals of Nursing. Edisi 6. St. Louis Missouri: Mosby-Year Book, Inc. Priyatno, Edi. (2014). www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=165+-Lakalantas+di+Samarinda%2c+67+korban+Tewas&dn20140925074821 diperoleh tanggal 25 Februari 2015. Sjahrir, H. (2004). Mekanisme Terjadinya Nyeri Kepala Primer dan Prospek Pengobatannya, USU digital liberary. Smeltzer & Bare. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah- Brunner & Suddarth. Jakarta: EGC. Tarwoto. (2012). Pengaruh latihan slow deep breathing terhadap intensitas nyeri kepala akut pada klien cedera kepala ringan. Jurnal Kesehatan Indonesia, Vol. 2 No. 4 Mei 2012. Trisnanto. (2014). Pengaruh pemakaian bantal pada leher terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan di ruang bougenvile rsud kertosono. Jurnal Kesehatan, Vol 1 No. 1 Juni 2014. University of Pittsburgh Medical Centre, (2003), Slow Deep Breathing Technique, http://www.upmc.com/HealthAtoZ/patienteducation/S/Pages/deepbreathing(smokingcessation).aspx, diakses tanggal 27 Februari 2015.id_ID
dc.identifier.urihttps://dspace.umkt.ac.id//handle/463.2017/988
dc.description.abstractOtak merupakan organ vital bagi aktivitas dan fungsi tubuh yang terlindung di dalam ruang yang tertutup. Kerusakan otak juga dapat dialami akibat trauma atau cedera kepala. Kerusakan otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Peningkatan tekanan intrakranial terjadi akibat sirkulasi serebral tidak adekuat yang mengakibatkan terjadinya nyeri. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada klien yang mengalami cedera kepala. Karya ilmiah ini juga menerapkan terapi komplementer berupa latihan slow deep breathing. Kesimpulan yang didapatkan menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi, klien mengalami penuruan respon nyeri.id_ID
dc.language.isoidid_ID
dc.publisherUniversitas Muhammadiyah Kalimantan Timurid_ID
dc.subjectCedera kepala ringanid_ID
dc.subjectslow deep breathingid_ID
dc.subjectnyeri kepala akutid_ID
dc.titleAnalisis Praktik Klinik Keperawatan pada Pasien Cedera Kepala Ringan dengan Pemberian Slow Deep Breathing Terhadap Nyeri Kepala Akut di Instalasi Gawat Darurat RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Tahun 2015id_ID
dc.title.alternativeAnalysis of Nursing Clinical Practice in Patients with Mild Head Injury by Administering Slow Deep Breathing Against Acute Headache in Emergency Unit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Hospital, Year 2015id_ID
dc.typeOtherid_ID


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record